Tampilkan postingan dengan label Gagasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gagasan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Februari 2015

Manly It's Maybelline ~ Mengapa Kita Berdandan

Bacaan kecil pagi ini, sebelum saia mengulas satu buku lagi.

Barusan baca posting di suatu tempat yang bilang, "Ih, cewek dandan itu centil banget. Doyan godain cowok. Munafik. Nutup keburukan muka! Gak banget deh! Mendingan mereka yang gak pake make up dah cantik. Natural!"

Kok kocak ya . . .

Pertama, yang namanya "natural beauty" dalam arti sama sekali gak kesentuh kosmetik/sotosop itu ga ada. Maaf menghancurkan romansa anda tentang natural beauty, tapi itu mitos. 


Yes, it's as mythical as Thranduil here.

Mereka yang lahir cantik pun harus pake pelembab setiap hari kalau ga mau kulit kering, atau sedikitnya make sabun yang beres buat mandi. Yang bukan world-class beauty barangkali perlu bedak dan lipgloss. Dan semua itu adalah kosmetik. So yeah.

Selasa, 17 September 2013

Hiatus Break ~ Waktunya Repiu Buku Asing?


Lagi-lagi blog ini berganti kulit. Tapi kali ini pake apdet. Bukan cuman ganti doang kayak kemarin.

Saia tahu saia lama hiatus, dan itu nggak bisa saia salahkan sepenuhnya ke makalah kuliah. Selama setahun belakangan saia mempelajari banyak hal dengan kecepatan dan intensitas luar biasa, baik urusan kuliah maupun menulis. Sejujurnya, itu bikin saia nggak tahu dari mana harus mulai memilah dan menuturkan apa yang sudah saia pelajari dalam postingan-postingan blog ini. 

Captain Penny nggak ada hubungannya dengan sekolah atau nulis.
Saia cuma suka ngeliatin pinguin robot steampunk pake jetpack

Dan saia bukannya nggak nyoba milah dan nulis. Saia nyoba, tapi selalu saja hasilnya racauan tiada karuan. Saking tiada karuannya saia ga yakin itu bisa dijadikan sarana galian singset kabel ilham bagi yang baca. Jujur, saia bahkan gak yakin tulisan-tulisan itu bisa berguna sebagai catatan pribadi!

Sabtu, 10 November 2012

Critical HIT! ~ Pedoman Sederhana Menjadi KriTikus


Di sela-sela ngerjain tugas kuliah, saia lagi gandrung-gandrungnya latihan nulis sekaligus nontonin adek main Lollipop Chainsaw yang dipinjamkan Oyabun Noirciel


F*ck logic, I have a chainsaw!

"Lollipop, lollipop~! Oooh, lolli-lolli-lollipop~!" Yep, lagu itu udah nempel di kepala saia. Maaf.
  

Jumat, 29 April 2011

The Last Failbender ~ Tentang Bule Celup dan Peri Yunani


Entah kenapa, Fantasy Fiesta 2011 ternyata diumumkan lebih cepat dari tahun lalu. (Selengkapnya, lihat di sini.) Selagi para peminat fantasi Indonesia menyiapkan diri dan karya, aku ingin melanjutkan pendapatku beberapa minggu lalu tentang memakai pengaruh asing dalam karya-karya kita.

Sebelumnya aku ingin mengulang apa yang sudah kunyatakan dalam dua tulisanku sebelumnya. Pertama, aku tidak merasa bahwa "unsur lokal" sama dengan "budaya asli indonesia." Unsur lokal bagi seorang penulis adalah apa yang diketahui dan dijalani oleh penulis tersebut dalam kehidupannya sehari-hari.
  

Selasa, 29 Maret 2011

Loresketching Journey ~ The Mirror of Ten Thousand Miles



 I walked ten thousand miles, ten thousand miles to see you,
And every gasp of breath I grabbed at just to find you,
I climbed up every hills to get, to you,
I wandered ancient lands to hold, just you.

And every single step of the way, of pain,
 Every single night and day,
I searched, for you.
Through sandstorms and hazy dawns, I reached for you.

"The Sore Feet Song" by Ally Kerr


Selasa, 08 Maret 2011

Sape Lo Sape Gue ~ Gugatan Terhadap Lokalitas

Berhubung aku sedang dipercaya melaksanakan beberapa kegiatan besar di kantor, (dan mengedit karyaku sendiri) mulai hari ini mungkin aku akan melakukan update sekitar 2 atau 3 minggu sekali. Aku sedang berencana untuk migrasi update ke hari Jumat juga, tapi untuk sementara ini mungkin jadwalnya tetep Selasa.

Hari ini aku ingin membuat catatan soal topik yang dulu sering kutemui di forum-forum penulisan fiksi fantasi, yaitu soal penggunaan budaya lokal dalam kisah fiksi fantasi. Topik ini biasanya sering berawal dari keluhan, "Kok fiksi fantasi Indonesia dikit banget yah yang mengangkat budaya lokal? Kok kalau bikin naskah fiksi fantasi pasti namanya kebarat-baratan? Kok pedomannya ke Baraaaat terus? Kok budaya lokal nggak pernah dipake?"
  

Rabu, 16 Februari 2011

The Fandom Instruments ~ What I Learned From Cassandra Clare

Awal tahun benar-benar saat yang berat buat aku. Dua kali sakit parah berturut-turut, beberapa masalah penting yang harus diselesaikan, dan sebuah pilihan besar terkait kehidupan pribadi. Untungnya aku bisa melalui sebagian besarnya dengan baik. Semoga tahun ini menjadi tahun yang baik untuk pencapaian-pencapaian baru!
  
Sekarang setelah aku punya waktu untuk nulis rutin lagi di blog, aku mau mulai dengan share bahan-bahan bacaanku. Baru-baru ini aku membaca beberapa buku fantasi untuk young adult. Buku-buku ini tentu saja beda dari buku-buku fantasi untuk kelompok umur dewasa yang pernah kubaca. Ada beberapa hal yang kupelajari dari buku-buku fantasi YA ini yang layak dicatat.
   

Rabu, 06 Oktober 2010

A Series of Unfortunate Manuscripts ~ Ketika Pasar Bicara

Sabtu dua minggu lalu aku dapat kabar dadakan kalau minggu depan aku bakalan ditugasin lagi untuk pergi seminggu ke Jepang. Kali ini ke Hamamatsu, kota bunga di dekat Nagoya. Selama beberapa hari ini jadi grusa-grusu lagi nyiapin ini itu. Hari ini dapat jeda sedikit, jadi aku nyempat-nyempatin bikin tulisan tentang fantasi berseri yang kujanjikan untuk dua orang pemampir blog ini, Vina dan Ivan.

Mari mundur sejenak ke postku dua minggu lalu. Aku sedang berpikir untuk membuat kerangka cerita fiksi fantasi yang pendek, ketika kedua pemampir tersebut menyinggung soal fiksi fantasi berseri. Special thanks untuk Vina yang mengingatkanku untuk membedakan fantasi berseri biasa dengan fantasi bersekuel.
    

Selasa, 14 September 2010

Teenlit Totem ~ What the Youngsters Remember

Ideku agak seret selama beberapa bulan ini, jadi aku berusaha mencari penyegaran dengan membaca buku-buku dan nonton film. Untuk buku, aku memilih Wolf Totem dan What the Body Remembers. Dua-duanya bacaan yang berlabel 'berat' bagi beberapa orang. Aku mengimbanginya dengan tontonan 'ringan'. Angel Beats, dan dua seri Kamen Rider, Decade dan Double. Plus semua film layar lebarnya. Jadilah aku menulis ini dalam keadaan rada-rada mabuk suaranya Gackt nyanyi Journey Through the Decade, dan The Next Decade.
  

Selasa, 07 September 2010

Final Attack Ride ~ S-s-s Simplicity!!!

Aku yakin ada orang-orang dari golongan tertentu yang langsung  ngeh aku kesambar apa begitu membaca judul diatas. Tapi ya, ada juga orang yang nggak akan ngeh, jadi anggap aja itu cuma judul aneh yang kubuat  seenak jidat setelah menghabiskan sedikit waktu ngintip koleksi tokusatsu adikku.
  

Rabu, 01 September 2010

Esai Fantasy Fiesta 2010 ~ Entryku dan Burung-burung Perintang Pulau

Saat rame-rame pengumuman Fantasy Fiesta 2010 semalam, aku sedang duduk di depan dua kompie untuk bekerja. Sambil minum, bukan teh tarik tetapi air. Seharian survei lapangan ke dua lokasi berjauhan teryata bikin kemalasan meningkat drastis. Padahal teh tarik instan tersedia di bawah, tinggal comot dan seduh kayak  barang plug and play
 
Sambil ngetik tiba-tiba ngelihat jam, dan nyadar kalau pengumuman Fantasy Fiesta 2010 seharusnya udah dipajang. Jadilah aku mengintip-intip dan... ya, lumayan juga! Masuk 10 besar. Aku juga bisa bilang kalau aku senang pada pilihan juri untuk juara 1, 2, dan 3, terutama karena juara satunya adalah salah seorang teman yang "sudi mampir" ke blogku. Karya yang bersangkutan bisa dilihat di sini.
   

Rabu, 04 Agustus 2010

Audio Visual Gakuen ~ Pelajaran dari MaFiA-Game

Pertama-tama aku harus minta maaf (dalam semangat narsisme, pada diriku sendiri,) karena telat ngisi blog. Penyebabnya? Nggak lain dan nggak bukan, ngantuk dan males. Kemarin malam aku udah nggak kuat buka mata dan akhirnya lebih milih tepar di kasur daripada nyelesaikan entri.

Maka inilah catatan yang terlambat satu hari ini, sudara-sudari. Enjoy.
  

Selasa, 27 Juli 2010

Back to the Jadoel ~ Mudik Sastra Para Mbah

Baru-baru ini aku membongkar-bongkar lemari bukuku dan menemukan beberapa buku lama yang menarik perhatian. Ketiga buku itu adalah Layar Terkembang karya Sutan Takdir Alisjahbana, Salah Asuhan karya Abdul Muis, dan Sitti Nurbaya karya Marah Rusli.

Merasa tak asing membaca ketiga judul ini? Most likely, yes. Ketiga buku ini beserta para pengarangnya seringkali disebut-sebut oleh ibu dan bapak guru Bahasa Indonesia jaman Es Em pE dulu sebagai contoh karya sastra dan sastrawan angkatan Balai Pustaka--terlepas dari apakah kita peduli apa itu angkatan Balai Pustaka atau nggak. Barangkali ada di antara anda yang dahulu termasuk siswa Bahasa Indonesia teladan dan peduli. Tapi aku termasuk yang bodo amat.
  

Selasa, 15 Juni 2010

Stairway to Heaven ~ Peringkat dan Prioritas dalam Persen

Minggu lalu aku menyebut kalau aku akan mencatat sesuatu soal 'peringkat' elemen-elemen novel fantasi. Waktu nulis itu, aku teringat pada diskusi-diskusi seru di forum penulis-penulis setengah mateng yang biasanya mempermasalahkan elemen mana yang lebih penting dalam sebuah novel. Kalau misalnya kita harus memilih antara plot atau karakter, mana yang didahulukan? 

Catatan ini bertujuan untuk mengemukakan jawabanku atas debat-debat itu. Tapi sebelum itu, biar kutegaskan kalau ini jawaban kasar, dan hanya mempertimbangkan lima elemen yang sepengetahuanku paling sering diperdebatkan. Apabila ada elemen-elemen lain yang menurut anda semua perlu ikut dipertimbangkan, silakan sumbang pendapat melalui tombol komentar.
   

Selasa, 11 Mei 2010

Bahasa Syurga ~ Memasukkan Unsyur yang Syur-Syur

Minggu lalu aku sudah menyebut bahwa akan ada tamu agung yang datang berkunjung untuk mengisi blog sederhanaku ini. Beliau adalah seorang pria yang bangkotan sudah agak-agak berumur tapi masih ganteng, dan memiliki perhatian tinggi terhadap penulis-penulis fiksi fantasi Indonesia yang muda-muda. Beliau juga sangat berkharisma dan sangat kompeten di bidangnya. Walaupun kiprah beliau di dunia perfiksifantasian Indonesia bisa terbilang baru, kita tidak perlu meragukan lagi dedikasi dan kerja keras beliau selama ini.

Siapa dia? Bisakah anda menebak? Mari kita sambut...
  

Selasa, 04 Mei 2010

Imajinasi (Kebo) Liar ~ Balada Haru Biru Penulis Remaja

Akhir-akhir ini kita banyak melihat buku fiksi fantasi Indonesia yang dikarang oleh penulis remaja. Aku berkesempatan membaca empat, dan sudah merepiu tiga diantaranya. Yang sudah kubaca adalah Eurgava: Epos Awal Dunia Sudarot karya I Tsu Baskara, Another World Elmore karya Aulia M. Firmundia, dan Arquella: The Beginning of the Destiny karya Maaya Hiroshi. Satu yang terakhir, yang masih dalam progress membaca adalah The Chronicles of Willy Flarkies: Petualangan Memasuki Dunia Upside Down karya Satrio Wibowo.
  

Selasa, 30 Maret 2010

Pesan Sponsor ~ Introducing MOVIE and its Phatwas

Para pengunjung, pemampir, dan pemirsa blog ini, pernahkan anda berpikir, siapa yang sebenernya ngasih dukungan ke pemilik blog ini sehingga dia bisa terus menulis? Aku manusia, walau mungkin punya keturunan darah alien dari Planet Sinisotoy. Terlepas dari kemanusiaan atau kealienanku, aku butuh makan. Dan untuk mendapat duit makan itu aku punya sponsor.
 
Selama ini, para sponsor itu bersembunyi di kegelapan, di sudut-sudut paling remang-remang maupun *ehem*remang-remang*ehem* dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mereka adalah sekawanan prajurit suci yang tergabung dalam MOVIE, atau Majelees Oelama Veekseefantaseeyah Indon Eesa.
  

Selasa, 09 Maret 2010

Ayat-ayat Tinta ~ Mimbar Agama dan Agami di dalam Novel

Minggu lalu aku membuat catatan untuk diriku sendiri tentang Show, Don't Tell. Minggu ini aku mengunjungi suatu tempat yang mendorongku untuk membuat catatan pribadi lagi. Kali ini tentang bagaimana aku memandang unsur agama, baik secara pribadi maupun di dalam sebuah karya.

Untuk urusan satu ini, barangkali opiniku jadi rada-rada meleng. Tapi tetap saja aku pengen menuliskannya. Tidak tanpa bermaksud ngenye' ke siapapun, kuakui. Namun, kalau memang ada yang merasa perlu klarifikasi atau mau memberikan pendapat dan bantahan, silakan. Tombol komentar belum kuhilangkan.

Selasa, 02 Februari 2010

Beginner's Luck ~ Apa itu Fiksi Fantasi, dan Bagaimana Memulai?

Karya yang bagaimanakah yang bisa disebut fiksi fantasi?

Ini pertanyaan yang sumpeh-asli-uber-gak penting untuk seorang penulis pemula. Kenapa? Kalau kita ingin menulis buku, hal pertama yang kita pikirkan pastilah bukan apakah ini fiksi fantasi atau bukan, tapi apa yang ingin kita tulis. Cerita apa yang ingin kita sampaikan? Tokoh macam apa yang ingin kita tampilkan? Elemen apa saja yang akan muncul di cerita? Sihir? Pahlawan berpedang? Cewek yang jago menyembuhkan? Ramalan? Petualangan? Jin? Kuntilanak? Vampir ganteng emo yang barangkali rip-off Edward Cullen versi wet dream kita sendiri?