Tampilkan postingan dengan label Lokal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lokal. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Juli 2012

Fantasy Fiesta 2012 ~ Pangeran yang Dikasihi Laut


Mengingat waktu event Fantasy Fiesta 2012 bertepatan banget dengan penugasan saia ke Negeri Singa Muntah, entry babi halal terpaksa disela dulu dengan cerita yang saia ikutsertakan di Fantasy Fiesta 2012. 

Uploadnya terpaksa malam ini, meski aslinya cerita saia tampil besok di Website Kastil Fantasi. Soalnya besok saia kerja rodi lagi seharian. Terlebih lagi, karena Wireless@SG di lobi hotel serta Marina Bay Sands Expo ternyata BYARPET, sudara-sudari. 

Subhanaloooh~! Ternyata bukan inet Indonesia doang yang doyan byarpet~!
  

Jumat, 29 April 2011

The Last Failbender ~ Tentang Bule Celup dan Peri Yunani


Entah kenapa, Fantasy Fiesta 2011 ternyata diumumkan lebih cepat dari tahun lalu. (Selengkapnya, lihat di sini.) Selagi para peminat fantasi Indonesia menyiapkan diri dan karya, aku ingin melanjutkan pendapatku beberapa minggu lalu tentang memakai pengaruh asing dalam karya-karya kita.

Sebelumnya aku ingin mengulang apa yang sudah kunyatakan dalam dua tulisanku sebelumnya. Pertama, aku tidak merasa bahwa "unsur lokal" sama dengan "budaya asli indonesia." Unsur lokal bagi seorang penulis adalah apa yang diketahui dan dijalani oleh penulis tersebut dalam kehidupannya sehari-hari.
  

Selasa, 29 Maret 2011

Loresketching Journey ~ The Mirror of Ten Thousand Miles



 I walked ten thousand miles, ten thousand miles to see you,
And every gasp of breath I grabbed at just to find you,
I climbed up every hills to get, to you,
I wandered ancient lands to hold, just you.

And every single step of the way, of pain,
 Every single night and day,
I searched, for you.
Through sandstorms and hazy dawns, I reached for you.

"The Sore Feet Song" by Ally Kerr


Selasa, 08 Maret 2011

Sape Lo Sape Gue ~ Gugatan Terhadap Lokalitas

Berhubung aku sedang dipercaya melaksanakan beberapa kegiatan besar di kantor, (dan mengedit karyaku sendiri) mulai hari ini mungkin aku akan melakukan update sekitar 2 atau 3 minggu sekali. Aku sedang berencana untuk migrasi update ke hari Jumat juga, tapi untuk sementara ini mungkin jadwalnya tetep Selasa.

Hari ini aku ingin membuat catatan soal topik yang dulu sering kutemui di forum-forum penulisan fiksi fantasi, yaitu soal penggunaan budaya lokal dalam kisah fiksi fantasi. Topik ini biasanya sering berawal dari keluhan, "Kok fiksi fantasi Indonesia dikit banget yah yang mengangkat budaya lokal? Kok kalau bikin naskah fiksi fantasi pasti namanya kebarat-baratan? Kok pedomannya ke Baraaaat terus? Kok budaya lokal nggak pernah dipake?"