Rabu, 16 Februari 2011

The Fandom Instruments ~ What I Learned From Cassandra Clare

Awal tahun benar-benar saat yang berat buat aku. Dua kali sakit parah berturut-turut, beberapa masalah penting yang harus diselesaikan, dan sebuah pilihan besar terkait kehidupan pribadi. Untungnya aku bisa melalui sebagian besarnya dengan baik. Semoga tahun ini menjadi tahun yang baik untuk pencapaian-pencapaian baru!
  
Sekarang setelah aku punya waktu untuk nulis rutin lagi di blog, aku mau mulai dengan share bahan-bahan bacaanku. Baru-baru ini aku membaca beberapa buku fantasi untuk young adult. Buku-buku ini tentu saja beda dari buku-buku fantasi untuk kelompok umur dewasa yang pernah kubaca. Ada beberapa hal yang kupelajari dari buku-buku fantasi YA ini yang layak dicatat.
   

Sabtu, 01 Januari 2011

1-1-11 ~ Garuda di Dadamu, Blokade di Kepalaku!

1-1-11

Angka di atas adalah tanggal hari ini. Yang kebetulan juga merupakan simbol yang bagus untuk memulai kembali. Yang entah kenapa juga mengingatkanku pada skor pertandingan bola nan nyelekit antara Indonesia dan Malaysia. Salut pada suporter Indonesia yang bisa mengatakan "Kalah-Menang, Garuda di Dadaku." 

Sayangnya, sepanjang bulan Desember, aku berurusan bukan dengan Garuda di Dadaku, tapi Blokade di Kepalaku. Kaum yang agak intelek menyebutnya Writer's Block. 
  

Kamis, 16 Desember 2010

Fantasy Fiesta 2010 ~ (Backstage) Art from The Book of Efforts

Beberapa waktu lalu, aku mengikuti event Fantasy Fiesta 2010. Selesai Event, sebuah penerbit indie yang cukup punya nama memutuskan untuk menerbitkan cerita-cerita para peserta Event yang dianggap cukup layak. Ceritaku kebetulan termasuk di dalamnya.

Kemarin aku mendengar kalau saat ini, Fantasy Fiesta 2010 terbitan Adhika Pustaka seharusnya sudah mulai tersedia di toko-toko buku. Covernya kayak gini...
  

Selasa, 23 November 2010

Rule of Cool ~ Explain Less, P4wn More

Balik dari minggu-minggu sibuk, aku perlu waktu untuk kembali bisa update teratur. Semoga aku nggak akan terlalu sibuk lagi sampai akhir Desember. Cukup sudah kerja gila-gilaan selama sebulan.

Untuk kali ini aku ingin menulis sedikit tentang 'penjelasan logis' di dalam cerita fantasi. Kenapa dengan tanda kutip? Karena pernyataan ini nyaris paradoks: kok khayalan harus logis?

Benarkah cerita fantasi harus logis? Sebetulnya, aku bisa mengatakan dengan yakin, tidak harus. Fantasi tidak perlu logis, tapi fantasi harus believable, alias harus bisa diterima pembaca.
  

Kamis, 04 November 2010

Hamamatsu Drift ~ F-M-D ~Flower Music Devil~ and the City

Sekali lagi, aku kena giliran dinas ke luar negeri. Kota yang jadi target kali ini adalah Hamamatsu. Banyak orang barangkali belum pernah dengar nama itu. Padahal letaknya benar-benar strategis di 'udel' pulau Honshu. Jaraknya cuma 1,5 jam naik shinkansen dari Tokyo. Soal wisata pun kota ini sebenarnya strategis. Mau ke laut? Naik shinkansen aja, cuman 1 jam kurang ke Nagoya. Ke Gunung Fuji pun nggak jauh. 35 menit naik kereta.

Kalau Tokyo bisa dibanding dengan Jakarta, maka Hamamatsu ini ibaratnya Magelang, tapi jauuuuuh lebih gede. Bayangin, luas wilayahnya 1.500 kilometer persegi, tapi penduduknya hanya sekitar 800.000. jiwa Luas wilayahnya dua kali lebih luas wilayah Jakarta, tapi penduduknya cuma sebanyak penduduk Cimahi.