Tampilkan postingan dengan label Worldbuilding. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Worldbuilding. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 September 2012

The Halal Pork Bagian II ~ Apakah Khal Drogo Punya Twitter!?


Akhirnya, tiba juga saia pada masa-masa Cuba. Kalau ditanya apa itu Cuba biasanya saia akan menjawab, "CUma melaksanakan tugas, MBAk/Mas~" (Iya, maksa, saia tau.) Tapi kalau buat saia pribadi akronim itu berarti CUti diBAyar.
  
(Tapi sebelum ada yang bilang, "Enak ya," saia sarankan anda lihat dulu syarat Tugas Belajar. Kalau ga siap, bisa nangis darah. Beneran.) 
  
Memasuki masa cuba, saya punya sedikit waktu tambahan kalau lagi gak disibukkan tugas. Waktu ini akan saia pakai untuk isi blog; baik blog ini maupun blog Om Soto(y). Kebetulan sekali, salah satu skill yang diharapkan dari mahasiswa S2 adalah kemampuan untuk membuat critical review dan berargumentasi menggunakan tulisan. Itu berarti, menulis di blog adalah ajang latihan yang sebaiknya dilakukan!
  
Jadi mari kira mulai dengan melanjutkan entry Babi Halal!
   

Kamis, 14 Juni 2012

The Halal Pork Bagian I ~ Bahasa Bikinan di dalam Fiksi Fantasi


Saia mau membuka entry baru ini dengan kabar gembira. 
  
Buat saia doang gembiranya, tapi.
  
Setelah lama menunggu, akhirnya saia diijinkan untuk kuliah di S2 Hubungan Internasional UI. Yea~! Setelah kerja keras yang menyebabkan saia sakit dan mules~! Satu impian penting tercapai tahun ini! 
  
Saia berharap impian saia yang lainnya ikut tercapai segera.
  
Kabar gembira selesai, saia ingin menulis tentang pemakaian conlang dalam fiksi fantasi. Sebagian karena dari dulu pengen bikin catatan soal conlang. Sebagian lagi karena memenuhi permintaan seorang Panda. 
  
Jadi? Marilah kita mulai belajar menciptakan babi!
  

Selasa, 08 Juni 2010

Sketching Somewhere ~ Long, Long Ago, in a World Far, Far Away...

Pada sesi diskusi nyeletuk dan cuap-cuap kemarin, aku jadi sadar kalau aku belum pernah bikin catatan apapun tentang bagaimana membangun dunia atau setting fiksi fantasi. Padahal dunia adalah salah satu nyawanya novel fiksi fantasi, selain cerita dan karakter. Nyawa nomor tiga, kalau kubilang; nyawa nomor satu lari ke cerita, dan nyawa nomor dua, ke karakter. Atau mungkin karakter nomor satu, dan cerita nomor dua. Tapi dunia tetap nomor tiga. (Mengenai 'peringkat' ini dibahas minggu depan aja yah.) 

Mari mulai. Pertanyaan pertama, dunia semacam apa sih yang bagus? Sama kayak di catatanku tentang karakter, yang believable. Bagaimana dunia yang believable itu? Mari kita pinjam lagi jawaban Om Soto(y) kita tercinta.