Sabtu, 01 Januari 2011

1-1-11 ~ Garuda di Dadamu, Blokade di Kepalaku!

1-1-11

Angka di atas adalah tanggal hari ini. Yang kebetulan juga merupakan simbol yang bagus untuk memulai kembali. Yang entah kenapa juga mengingatkanku pada skor pertandingan bola nan nyelekit antara Indonesia dan Malaysia. Salut pada suporter Indonesia yang bisa mengatakan "Kalah-Menang, Garuda di Dadaku." 

Sayangnya, sepanjang bulan Desember, aku berurusan bukan dengan Garuda di Dadaku, tapi Blokade di Kepalaku. Kaum yang agak intelek menyebutnya Writer's Block. 
  
  
Lucunya, Blokade di Kepalaku ini terjadi saat aku sudah selesai menulis satu cerita. Entah karena pekerjaan, entah karena hal lain, aku nggak merasa bisa mengedit karyaku sendiri dengan benar, sekalipun aku mencoba. 

Ada yang bilang Writer's Block itu mitos, cuma alasan bagi penulis untuk menenggak alkohol sampai mabuk. Tapi aku sudah mengalaminya sendiri. Kemampetan itu nyata. Dan mengingat aku bukan alkoholik, aku harus mencari jalan lain untuk membuka Blokade dimaksud.


Jadi apa yang kulakukan? 1-1-11. Alias, memulai karya-karya baru, dan itu tidak terbatas hanya dengan menulis. Aku mencoba menulis satu cerpen untuk memperlancar pikiran yang seret. Selain itu, aku mulai latihan menggambar lagi. Hasil gambarku adalah ini...

Yang pertama, dari suatu karya yang akan direpiu temanku dan sedang kuedit. (Om Pur, Mbak D**i Maaf lama. XD). Shiba dari Xar & Vichattan 2 : Prahara karya Om Bonmedo Tambunan. Masih sketsa, dan nanti akan kuwarnai kalau punya waktu. 

Desainnya kuambil dari cosplay Shiba yang kulihat dalam acara Festival Pembaca Goodreads Indonesia, tapi kudesain ulang.  Aku berusaha membuatnya seksi, tampa jadi terlalu stripperific. Pelindung tangan kirinya kutambahkan karena kuasumsi dia megang cambuk dengan tangan kanan. Jadi, kalau tangan kirinya memakai pelindung, dia bisa nangkis serangan dalam perkelahian jarak dekat.


Yang kedua, juga dari karya yang akan kurepiu. Icylandar: The Elf's Kingdom karya Dionvy. (Maaf belum kelar juga. XD). Yes, it's Those Two  Guys. Super Tsundere Antolin dan Friendly Sniper Rafael. Ini lebih ke latihan dibanding karya komplit, jadi mungkin nggak akan kuteruskan, kecuali si pengarang sendiri minta aku ngedesain kostum buat mereka.

Di cerita aslinya, mereka digambarkan kayak anak kembar dengan temperamen bak dasar sumur dan puncak langit. Jadi kubikin beda di model rambut saja. Satunya acak-acakan, satunya hime cut.  Hahaha. 

Dan yang paling terakhir,  tentu saja, aku bersenang-senang. Sedikit oleh-oleh untuk yang suka mampir-mampir ke sini, foto sebuah butik di Takeshita-Dori, Harajuku, yang kuambil sendiri.

Hehehe, rupanya Pak S*Y punya usaha sampingan selain jadi P**si**n ya...

Jadi, pada intinya, jika kita mengalami Blokade di Kepalaku, marilah kita ingat para suporter Garuda di Dadaku. Seperti halnya mereka tidak tenggelam melakukan kerusuhan (gede-gedean), kita juga tidak menjadikan blokade sebagai alasan untuk tidak berkarya. Mari kita 1-1-11, dan membuka kemungkinan-kemungkinan baru!




Luz Balthasaar

12 komentar:

Mantoel Toeink mengatakan...

Katanya sih, gw pernah baca di artikel di internet (iye, salah satu tweet dr AdviceToWriters) kalo merasa mentok-tok-tok itu, boleh kok beralih nulis yg lain selain proyek yg lg diseriusi. Nulis e-mail ke seseorang kek, nulis postingan blog, nulis surat, dst, dll.

Antolin ama Rafael diset jd kembar? Hoo, gw tadinya pas liat malah mengira itu Padris-Louie versi dewasa dan bishonen. :))

Psst, saran gw sih, si Antolin kyknya gpp tuh dibikin kyk model2 karakter di cerita yaoi ... *ngerusak*

Hehe.

Luz Balthasaar mengatakan...

Hmm... soalnya di novelnya sendiri ada deskripsi kalau mereka itu kayak anak kembar tapi beda karakter. Lupa di halaman berapa.

Barangkali nanti kalau aku mau akan kugambar ulang. Sekarang sih, karena Blokadenya udah lepas aku nulis lagi, hehehe ^^

Anonim mengatakan...

Nya ha ha ha

Sama nih, mba. Lagi blokade gila-gilaan :D Kayaknya kena embargo nih =)) Tapi dah mulai lihat-lihat lagi cerpen-cerpen lama dan catatan-catatan ide cerita baru. Mudah-mudahan bisa lancar lagi :D

Btw, oleh-oleh fotonya nambah lagi doooonk :-P



Adrian

Mantoel Toeink mengatakan...

Eh, ralat. Padris-Louie kan aslinya bkn anak kembar, jd hrsnya ya wajah jg gak ada mirip2nya yah. Label "kembar" mereka kan cuma kedok.

*gak disensor krn mnrt gw bukan spoiler*

Hoo, udah gak mentok lagi? :D Baguslah.

Hehe.

Luz Balthasaar mengatakan...

@adrian: embargo? Grrr... memangnya siapa sih yang punya bank ide, berani2nya ngembargo kita... XD XD XD

Moga-moga jalan lagi yah Bang. Sukses!

__


@Juun: begitulah. dapet ide baru lagi. Jadi cituliskan dulu aja sampai muncul gagasan untuk ngedit lagi ^^

missWong mengatakan...

hahahaha baca postingan blog jadi nambah vocabulary baru :D (tsundere?! stripperific.)
biasanyaa klo dapet writer's block akuu sih nemuin tontonan atau bacaan yang bagus. teruss lost into it. klo udah keluar dari kegilaan, biasanya seger dengan ide-ide baru (yang lama ditinggalin?). hahahaha

Christopher Thomas mengatakan...

udah 25 hari mbak... belum posting hal baru ya?

*teteup ta tunggu*

:)
christ

Luz Balthasaar mengatakan...

Huahahaha, Maaf Mas Chris. Aku lagi sakit, dua kali lagi. Parah banget, dan ada masalah koneksi pula. Moga2 selasa besok aku dah bisa nulis lagi.

Dan Wong, kalau mau nambah Kosakata lagi, buka tvtopes.org lagi deh, hehehe. Banyak yang lucu-lucu tuh.

Luz Balthasaar mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Christopher Thomas mengatakan...

cepet sembuh... cepet sembuh...

eri mengatakan...

senang berkunjugn ke blog anda.
postingnya sangat menarik
kunjungi jg bahan bacaan saya :
jurnal ekonomi andalas

eri mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.