Kamis, 08 Juli 2010

Special Report ~ Akihabara, Altar Suci Budaya Pop Jepang

Aku bukan orang religius. Tentang keberadaan Tuhan pun, kalau ditanya kadang aku masih menjawab, "Nggak tahu." Tapi minggu ini, aku mendapatkan bukti bahwa Tuhan ada dan telah menurunkan berkat, rahmat, taufik, dan hidayahnya kepadaku. Whatever all of that means. Ceritanya begini, sudara-sudara...
 
Seperti yang sudah kukatakan di sini, Senin lalu aku dikirim untuk dinas ke Tokyo. Itulah enaknya kerja di tempatku. Dalam setahun, biasanya ada aja satu-dua kesempatan ke luar negeri selama beberapa hari. Tentunya urusan kerja, dan jadwalnya seringkali padat banget. 
    
    
Namun, mengingat sifat pekerjaan yang kulakukan berkaitan dengan hubungan baik antara  budaya-budaya berbeda, para pengundang di luar negeri sana biasanya berbaik hati menyelipkan kunjungan sosial ke berbagai tempat ikonik di kota mereka. Tahun lalu, sewaktu aku diundang ke Taipei, aku dibawa berkunjung ke National Museum yang kereeeen banget. (Kalah deh museum kita!) Dan sewaktu ke Kuala Lumpur, aku diajak ke Suria KLCC dan Petronas Twin Tower. Jadi waktu mendapat undangan ke Tokyo, aku nebaknya paling diajak berkunjung ke Tokyo Tower
 
Dan kuasa Tuhan bekerja, sudara-sudara. Para Mbak-mbak dan Mas-mas keren di Tokyo Metropolitan Government ternyata nggak mengajak aku berkunjung ke Tokyo Tower, tapi ke Akihabara.
   
Aku kira aku salah baca waktu I-san, liaison officer-ku, bilang ke mana kita akan berkunjung. I was like, "Akihabara? Altar Suci Budaya Pop Jepang? OMGWTFBBQ!"
   
I-san nggak bohong, nggak juga salah omong. Kita ke Akihabara dan berkunjung ke Anime Center di Akihabara Crossfield, dan Yodobashi Akiba, sebuah toko elektronik dan game yang top di sana. Di sana, berulang kali aku memandang kagum pada tumpukan-tumpukan artefak merchandise original nan sakral, memotret-motret keadiluhungan budaya Jepang kayak monyet sirkus baru belajar make kamera, dan terus memanjatkan doa syukur kepada Sang Maha Meng-Otaku-i.
  
Perjalananku bermula dari rangkaian gudebook yang diberikan I-san. Yang akhirnya nggak kupake juga, karena aku buta arah. Akhirnya aku mengandalkan I-san dan para LO lain untuk jalan-jalan. Dan ternyata  I-san sama buta arahnya dengan aku. Hehehe.
    
Jadilah aku harus lari-lari sedikit biar nggak ketinggalan dan nyasar. Aku sebetulnya sempat lihat beberapa cosplayer. Sayangnya nggak ada yang sempat kuambil fotonya, saking sibuknya lari-lari biar nggak ditinggal. 
   
Tapi untungnya, kita cepat menemukan bangunan yang kita cari. Akihabara Crossfield, dimana terletak Anime Center, pusat anime Jepang. Di sana aku bertemu dengan beberapa wajah yang sangat, sangat familiar, di samping ini. Dan untungnya kali ini aku bisa mengambil foto mereka.  
  
Doraemon sama Pikachu kayak lagi lapar nggak sih? Aku nyoba ngasih makan mereka, tapi I-san bilang, dalam bahasa Jepang tentu, "Do not feed the animals." Kawaiso na...~
  
Dan kalau ada yang memperhatikan kaki dan hotpants item di atas kepala pikachu, itu Astro Boy, lagi minta makan ke orang yang ada di sebelah sono. Dan orang itu berhasil ngibulin pengawas untuk ngelempar satu kapsul blue energy untuk si robot.
   
Berikutnya kita ketemu sama bokapnya Bakabon. Kayaknya dia nyambi di Anime Center jadi tukang bersih-bersih di kandang Doraemon sama Pikachu. Either that, atau dia terhitung hewan koleksi Anime Center. Petugas yang kutanyai menjawab, "No commento da!"
 
Jalan sebentar, aku ketemu trio YuRiPa... eh, bukan, trio PR Anime Center yang nampang pas di belakang kandang Pikachu dan Doraemon. Nggak jauh dari bokapnya Bakabon. Sambutlah tiga cewek cantik... Saber, Maid yang Aku Ga Tau Namanya, dan Rei Ayanami!!!
  
Kayaknya bokap si Bakabon pake curi-curi pandang ke arah mereka bertiga nih, ehem, ehem, ehem! Insyaf Pak! Dah punya anak dan istri juga!
  
Bokap Bakabon menjawab, "Lha, istri kan maksimal 4! Saya punya satu, terus itu ada tiga. Pas kan?"
 
SWT. Jadi mau poligami nih ceritanya?
   
"Ya iyalah! Saya kan anggota Klub Poligami! Platinum Member lagi! Mau lihat kartu bukti keperkasaan saya?"
   
   
Pas denger itu, ASIMO aja sampe facepalm, wkwkwkw....
  
Lepas dari bokap si Bakabon,  Aku ketemu sama Asuka, lagi jaga stan merchandise Evangelion. Aku dan I-san bilang mau ke Yodobashi, dan dia mau ikut karena pengen ketemu partnernya yang berkeliaran di sana. Okaaay... menuruti amanat Asuka, aku dan I-san  mengajaknya bergabung. Kami jalan sebentar, dengan sedikit acara nyasar dan pusing, sampai akhirnya tiba di Yodobashi Akiba. Yodobashi sebenernya nama toko kamera terkenal yang ada di bangunan itu. Mungkin karena terkenalnya itu mereka akhirnya memakai namanya untuk nama bangunan, atau memang bangunan itu yang punya Yodobashi, entahlah.
 
Yang jelas bentuk situs suci itu kayak di bawah ini...
 
  
Anyway, aku dan I-san masuk, dan tebak apa yang ada di dalamnya? Artefak-artefak suci semacam ini...
  
  
...atau ini...
  
 
...atau ini...
    
  
Atau INI...!!!
 

UOOOH, PATUNG DEWA GUNDAM!!!
   
Sebentar kemudian, Asuka berganti baju. Ketika aku dan I-san bertanya, "Kenapa?" dia menjawab kalau dia sebenarnya adalah satu dari dua arkeolog yang bekerja keras untuk menjaga situs suci ini dari tangan-tangan jahil. Dia lalu memperkenalkan aku pada pertnernya, yaitu...
 
 
Kaworu! Aaaaa~h!
 
Sayangnya pertemuanku dengan Kaworu agak singkat, karena setelah itu aku dan I-san dimarahin sama Mas-mas penjaga toko yang bilang kalau sebetulnya aku ga boleh mengambil foto. Jadi, keluarlah jurus silat Langkah Seribu Bayangan, yang membawaku bertemu dengan...
 
Cloud dan Sephiroth yang buka lapak untuk menjual memorabilia / aksesoris bekas pakai mereka. Yang aku lihat disini, ada cincinnya Sephiroth, cincin Cloudy Wolfnya Cloud, pin ShinRa (kayaknya bekas pake Cloud pas jadi Soldier,) daaaaan, yang nggak kefoto disini, Eau de Cloud Strife!
  
I swear I am not making that up. Parfum Cloud. Mungkin parfum dari keringatnya Cloud. (Gila, jantan banget!) Serious. Really!
    
Sampe segitunya kegilaan otaku Jepang...
   
Sayang Cloud mengancam akan ngelapor ke Mas-mas yang ngelarang aku motret tadi kalau aku nekad motret parfum keringatnya. Jadi ya, terpaksa deh. Cabut.
  
Akhirnya aku meninggalkan Altar Suci Akihabara, tapi pengembaraanku belum selesai. Aku janji sama adikku untuk mengintip apakah benar di puncak Tokyo Metropolitan Government Building bener-bener ada hidden boss Beelzebub atau tidak, seperti di game Megami Tensei Online. Jadilah aku minta I-san membawaku ke lantai 45, dan yang kutemukan di sana adalah sebuah restoran Italia, observation deck dimana aku bisa mengambil foto Shinjuku di waktu malam, dan...
   

Toy Park.
  
Ada yang mau teriak, "TOKO MAINAN!?!?!?! Di PUNCAK BANGUNAN PEMERINTAH?!?!?! Boong!!!" Silakan teriak. Sayangnya, ini bener. Bukan hasil Photoshop. Di Puncak TMG Building ada Toy Park. Toko mainan, yang--mengingat ini di Jepang--menjual merchandise anime.
  
The Japanese really take their toys seriously, don't they?
  
Aku kembali ke kamar hotelku dengan bersenang hati karena dua hal. Pertama, aku berhasil menculik Vivi Ornitier dari Akihabara. Dan mulai sekarang dia bakalan tinggal sama aku sebagai maskot ponselku. Ini fotonya, lagi menikmati tidur di atas batik Indonesia.
 
 
Hal kedua yang membatku senang adalah karena aku berhasil mendapatkan merchandise Final Fantasy XIII asli, berupa tempat kartu nama dan Zippo Lighter yang dikasih lambang tato l'Cie yang super cool. 
  

Tempat kartu namanya buatku. Zipponya buat pacarku.
Fotonya buat pemampir blog ini. 
(Silakan ngiler.)
   
Tapi aku juga punya oleh-oleh spesial untuk para pemampir. Mau tahu apa? Ini.
     
 
Fotoku yang kuambil sendiri pakai cermin hotel, pada malam terakhir sebelum aku pulang. Heh. Sekarang udah pada tahu tampangku kayak apa, kan? Pas lagi ga dandan, pake piyama, dan ga lagi di-Photoshop. Pleaseeee jangan ada yang salah nyangka aku cowok lagi...!!!
   
Okay then, sekian oleh-olehku dari Akihabara. Mohon maaf karena update yang terlambat. Sampai minggu depan!
 


Luz Balthasaar

20 komentar:

Anonim mengatakan...

Huaaaaaa Akibaaaaaaa!

Foto2 akibanya masih ada lagi ga mba? ^^


Adrian

Dewi Putri Kirana mengatakan...

Aku bukan 100% otaku, tapi ngeliat merchandise anime berserakan kayak gitu teteup bikin ngiler juga kyaaaaaaaaaaaaaaa......

Buat sebuah foto yang diambil di hotel, tanpa make up, pake piyama, fotonya kurang syuuurrr ah, nggak seru! (ngaburrr wkwkwkwkwk)

Mantoel Toeink mengatakan...

Dari semua foto2 yg dipajang di sini, entah kenapa yg menarik perhatian gw malah foto yg plg terakhir yg juga merupakan satu2nya foto manusia asli. :P :P

Eau de cologne Cloud? Kyknya kemarin ini temen gw jg heboh deh. Parfum/eau de cologne dari FF XIII kyknya salah satu temenku jg punya.

Btw, Signora, gimana maen FF XIIInya? :D :D Penasaran pendapat soal FF plg anyar itu.

Hehe.

Luz Balthasaar mengatakan...

@Adrian, sebenernya masih ada. Tapi takutnya I-san keberatan kalo kecantikannya yang ngalahin Dewi Meeyabee itu diekspos di blog ini, hehehe.
__

@Rie, mau apa lagi. Pak Ka Ha masih ngesponsorin blog ini. Kalau bikin poto syurr nanti danaku abis...

Oh yeah, ngilerrrrr~
__

@Juun, aku lom selesai main. PS3-ku agak bermasalah, dan lagian proyek naskah lg tanggung. Mainnya dipending dulu deh, wkwkwkw.

Pendapatku, gameplaynya lumayan asik. Cuman suka lama ngatur paradigmnya. Grafik keren, ga usah dilawan. Konsep dunia sama desainnya juga top banget. X3

Cerita? Biasa.

Karakter? Aku paling suka sama si Om Chocobo.

Kayaknya rangkumannya cuma gitu sih. X3

Mantoel Toeink mengatakan...

Beuu, ada yg request foto s(a)yuuurrrr!!! :D :D :D Awas kena UU ITE dan ntar Signora terpaksa bkn konferensi pers mengakui bahwa dirinyalah objek dalam foto tersebut. :D :D

Uwa, si om afro di FF XIII ternyata byk fansnya yak. Pasti blm ketemu si gahar Fang. :D :D Dia jg byk fansnya. (psst, mau bocoran sesuatu yg jd hint2 di FF XIII ato udah tahu? :D :D)

Hehe.

nenangs mengatakan...

hahahaha...good story...
dimana klo mo nge-rating? :D

Luz Balthasaar mengatakan...

@Juun, dah ketemu Fang kok. Keren juga si, tp entah kenapa tetep paling suka si Om Chocobo.

Bocoran, bocoran apa? Paling cuma Fang itu ternyata... *piiiip*

Lightning sama si bocah Hope juga lucu klo lagi berdua. Wkwkwkw. Kayak Tante sama kemenakannya. XD

Lightning menghunus gunblade, "Ap-paaaa??? TANTE?!?!?!"
__

@Nenangs, itu kootak-kotak pendapat kan ada, hehe. Ngga pake sistem bintang kayak Gudrids sih.

Thanks udah mampir. m(_ _)m

Mantoel Toeink mengatakan...

Entah knp gw jg lbh merestui Lightning ama Hope ketimbang Snow ama adiknya Lightning ...

Hoh? Apa tebakan Signora terhadap Fang? :D :D :D Kyknya memang hintnya terlalu kental dia itu.

Btw, Signora, anak2 VGI byk yg menantikan remake Creed of The Fallen. :D :D Ada kabar kabari kah?

Hehe.

striferser mengatakan...

waw asyiknya, bikin ngiri saja :D ( entah kapan gua bisa ke kota suci otaku...)

jalan2 ke tempat si 'Raja lalat':D. (entah terjemahannya benar atau tidak)

hoh terungkap sudah wajah asli mbak Luz.
Sering disangka cowok? mungkin gara2 gaya penulisan dan avatar (sampai ep yang ngasih tahu gender si Kino, aku masih ragu dia cowok atau cewek -_-;)

Luz Balthasaar mengatakan...

@Striferser: Memang tujuannya buat bikin orang ngiri gituh. Wkwkwkw. Ngapain juga aku foto-foto merchandise segitu banyak kalu bukan itu tujuannya. XD
__

@Juun: Masalahnya kebentur batas 10k karakter itu lho Juun. Kalau ga ada itu sih, aku bisa repost originalnya.

10k karakter itu terlalu sedikit untuk jadi batas post. Makanya sekarang aku masih mikir gimana caranya, sekalian nyelesaikan Euravia.

Klo ada cara untuk ngakalin batas 10k kata itu, plis bagi2 ~_~

missWong mengatakan...

waaaaa! asik bangeeettt! merchandise Pikachu *___*
Hahaha mbak Luz beda banget sama yang aku bayangkannnnnnn

Mantoel Toeink mengatakan...

@Signora: Kemarin sempat kepikiran untuk memanfaatkan quote krn ternyata semua teks di dalam quote itu tidak dihitung sebagai karakter post. Mgkn emang dari segi layout akan jd gak enak krn belang2 (satu post kan gak boleh kosong, jd gw mikirnya judul dan entah kata "akhir bab x" ditaruh di luar tag quote biar kehitung jumlah karakternya dan gak dianggap post kosong).

Gimana kalo gitu?

Hehe.

Anonim mengatakan...

Wew ternyata Luz seorang Otaku, jadi keinget komik2 elex gw yg raib gara2 simbiosis parasitisme dengan seorang "teman". Ngomongin foto, mungkin klo foto terakhir dibuat di Indo, di sebelah si Luz ada pria dengan tampang ganteng maksimal pengamen KRL (ditulis dengan rasa dengki yg sangat)

Salam Dengki,

Zenas

Christopher Thomas mengatakan...

Hwaaaaa!!!! Mbakkkk luzzzz.... kok jauh dari bayanganku ya? (tak kira wajahnya setajam silet hehehe). thx buat reportnya, usul nih, sekali-kali dong (ato malah kontinyu) tulis report-report yang bikin ngiler kayak gini! inspiring baget! ;D

PS: pernah kepikiran nulis buku yang isinya diambil dari blog ini g? belum pernah ada loh. coba deh dipikirin pertanyaan (yang maksa) ini.

See you, Miss!

Luz Balthasaar mengatakan...

@Wong, cakepan dari bayangan kamu kan? Udah dibilang dari dulu kalau kecantikan saia ini ngalah2in Mulan Jameela gituh!!
__

@Juun, pake quote yah? Okay, ntar aku coba klo jadwalku dah agak longgaran. Harus bikin report sepulangnya dari Akiba nih. Klo gag bikin dikirain foya2 pake duit kantor. XD
__

@Zenas... yesss, betul. keluarkan aura dengkimu. Itu ibarat makanan sehat untuk orang2 seperti saia yang kerjanya ngeledek, ngejek, pamer, dan bikin ngiri. Mwahahahah~!
__

@Christopher, muka sih nggak tajem mas. Muka sih manis. Ngomongnya yang suka tega tiada tara.

Kalau mau dibukukan, ntar2 dulu aj kli ya? Tunggu ada penerbit yang nawarin. Lagian masi sibuk bikin naskah Fiksi Fantasiku. Ini bagian akhirnya susah juga... -_-

Tapi moga2 akhir bulan ini beres deh.

Mengenai Report perjalanan, doain aja aku ada banyak rejeki jalan. Kalau ada, nanti aku kasih report-report aneh kayak gini lagi.

Dyah mengatakan...

Permisi Mbak Luz, saya mampir nih. Salam kenal ya ^^
*diseret2 Feline*

Uh, meskipun bukan otaku, saya ngiri juga soalnya Mbak udah keliling2 ke 3 negara >.<
Kalo saya palingan cuma ke Korea, huwaaaa T___T

Hmm, abis lihat foto yg terakhir, ternyata Mbak Luz beda banget ama avatarnya ya, hihihihi

Btw, blognya keren. Besok2 saya mampir lagi :)

Luz Balthasaar mengatakan...

@Dyah, hello and welcome. Sering2 mampir aja ya. m(_ _)m

Aku malah lom pernah ke Korea, dan pengen ke sana. Penasaran Seoul kayak apa.

BTW, mau tukar link blog? kalau mau nanti linknya aku masukin ke daftar di samping.

Dyah mengatakan...

Wah, makasih, Mbak Luz ^^

Blog saya seperti link yg di nama. Sebenarnya ada juga yg wordpress tapi jarang diupdate.
Blog ini udah saya link juga :)

Iya, saya mampir2 kok. Mau baca2 tips menulisnya buat nambah wawasan, hehe :D

Luck mengatakan...

Sungguh tak menyangka, kupikir cuma aku aja yang punya tampang lebih cocok buat jadi eksekutif muda (cuihhh ..... :D) tapi doyannya sama game,anime, dan makhluk-makhluk aneh ... ternyata ada lagi (hihihi, hepi karna punya temen, hihihi). Yah, ini bukti kebesaran 'budaya jepang' yang dengan telak menusuk di hati sanubari muda-mudi indonesia sejak masih piyik bahkan sampe yang mulai tidak muda lagi. Coba budaya indonesia bisa begini ya ... (don't worry, this critic is dedicated more to myself :))

BTW, ga nyangka juga, ada perempuan doyan main FFXIII ? Masih sempet toh main ??? Aku sama sekali ga ada niat untuk main FFXIII. Menurutku FF series are not to be played. They supposed to be watched :D

Anyway, kalo ke akihabara lagi, BILANG-BILANG YAAA, aku mo nitip :D

Salam,
Luck

Luz Balthasaar mengatakan...

@Luck, perempuan, atau laki-laki, selama dia punya duit, dan suka, pastilah melakukan apa yang dia suka.

Dalam kasusku, yang aku suka adalah main game, wakakaka.

Sekarang lg pending bentar main gamenya untuk ngerjain proyek yg tanggung (more less 3 bab lagi). Dan kerja sambil berdoa: Moga2 sekitar November nanti aku bisa ke Tokyo lagi...