Jumat, 29 April 2011

The Last Failbender ~ Tentang Bule Celup dan Peri Yunani


Entah kenapa, Fantasy Fiesta 2011 ternyata diumumkan lebih cepat dari tahun lalu. (Selengkapnya, lihat di sini.) Selagi para peminat fantasi Indonesia menyiapkan diri dan karya, aku ingin melanjutkan pendapatku beberapa minggu lalu tentang memakai pengaruh asing dalam karya-karya kita.

Sebelumnya aku ingin mengulang apa yang sudah kunyatakan dalam dua tulisanku sebelumnya. Pertama, aku tidak merasa bahwa "unsur lokal" sama dengan "budaya asli indonesia." Unsur lokal bagi seorang penulis adalah apa yang diketahui dan dijalani oleh penulis tersebut dalam kehidupannya sehari-hari.
  

Selasa, 29 Maret 2011

Loresketching Journey ~ The Mirror of Ten Thousand Miles



 I walked ten thousand miles, ten thousand miles to see you,
And every gasp of breath I grabbed at just to find you,
I climbed up every hills to get, to you,
I wandered ancient lands to hold, just you.

And every single step of the way, of pain,
 Every single night and day,
I searched, for you.
Through sandstorms and hazy dawns, I reached for you.

"The Sore Feet Song" by Ally Kerr


Selasa, 08 Maret 2011

Sape Lo Sape Gue ~ Gugatan Terhadap Lokalitas

Berhubung aku sedang dipercaya melaksanakan beberapa kegiatan besar di kantor, (dan mengedit karyaku sendiri) mulai hari ini mungkin aku akan melakukan update sekitar 2 atau 3 minggu sekali. Aku sedang berencana untuk migrasi update ke hari Jumat juga, tapi untuk sementara ini mungkin jadwalnya tetep Selasa.

Hari ini aku ingin membuat catatan soal topik yang dulu sering kutemui di forum-forum penulisan fiksi fantasi, yaitu soal penggunaan budaya lokal dalam kisah fiksi fantasi. Topik ini biasanya sering berawal dari keluhan, "Kok fiksi fantasi Indonesia dikit banget yah yang mengangkat budaya lokal? Kok kalau bikin naskah fiksi fantasi pasti namanya kebarat-baratan? Kok pedomannya ke Baraaaat terus? Kok budaya lokal nggak pernah dipake?"
  

Rabu, 16 Februari 2011

The Fandom Instruments ~ What I Learned From Cassandra Clare

Awal tahun benar-benar saat yang berat buat aku. Dua kali sakit parah berturut-turut, beberapa masalah penting yang harus diselesaikan, dan sebuah pilihan besar terkait kehidupan pribadi. Untungnya aku bisa melalui sebagian besarnya dengan baik. Semoga tahun ini menjadi tahun yang baik untuk pencapaian-pencapaian baru!
  
Sekarang setelah aku punya waktu untuk nulis rutin lagi di blog, aku mau mulai dengan share bahan-bahan bacaanku. Baru-baru ini aku membaca beberapa buku fantasi untuk young adult. Buku-buku ini tentu saja beda dari buku-buku fantasi untuk kelompok umur dewasa yang pernah kubaca. Ada beberapa hal yang kupelajari dari buku-buku fantasi YA ini yang layak dicatat.
   

Sabtu, 01 Januari 2011

1-1-11 ~ Garuda di Dadamu, Blokade di Kepalaku!

1-1-11

Angka di atas adalah tanggal hari ini. Yang kebetulan juga merupakan simbol yang bagus untuk memulai kembali. Yang entah kenapa juga mengingatkanku pada skor pertandingan bola nan nyelekit antara Indonesia dan Malaysia. Salut pada suporter Indonesia yang bisa mengatakan "Kalah-Menang, Garuda di Dadaku." 

Sayangnya, sepanjang bulan Desember, aku berurusan bukan dengan Garuda di Dadaku, tapi Blokade di Kepalaku. Kaum yang agak intelek menyebutnya Writer's Block.