Sabtu, 11 Juni 2011

Across the Godspeed ~ Pelajaran Saham dari Luar Angkasa

Minggu lalu aku mencatat tentang hal-hal yang membuat aku menanam saham emosi pada satu buku. Minggu ini aku mau merangkum hal-hal apa saja yang bikin aku merasa nilai investasi emosiku pada buku itu naik (atau turun).

Faktor-faktor yang memengaruhi fluktuasi nilai emosiku ada lima. Plot, Karakter, Setting/Latar, Gaya Bahasa, Orisinalitas. Sama dengan yang pernah kusinggung di sini. Namun, kalau di post tersebut aku mencatat pandangan seorang tukang cerita, sekarang kubalik. Aku akan membahas kelima faktor tersebut dari sisi penikmat cerita.
  

Jumat, 20 Mei 2011

Indeks Harga Emosi Gabungan ~ Rating Buku Seorang Pialang Harapan



Aku doyan baca buku, doyan ngerepiu, dan cukup sering diminta untuk beta reading. Tiap kali melakukan ini biasanya aku ngasih pendapat apakah buku itu bagus atau nggak atau biasa aja. Untuk menentukan itu aku punya dua patokan utama:

1. Apakah aku bisa beli saham harapan di cerita ini atau nggak?

2. Nanti pas tutup buku, apakah aku akan mendapat return investasi harapanku dengan berlipat ganda, atau sebaliknya, malah bangkrut?
  

Jumat, 29 April 2011

The Last Failbender ~ Tentang Bule Celup dan Peri Yunani


Entah kenapa, Fantasy Fiesta 2011 ternyata diumumkan lebih cepat dari tahun lalu. (Selengkapnya, lihat di sini.) Selagi para peminat fantasi Indonesia menyiapkan diri dan karya, aku ingin melanjutkan pendapatku beberapa minggu lalu tentang memakai pengaruh asing dalam karya-karya kita.

Sebelumnya aku ingin mengulang apa yang sudah kunyatakan dalam dua tulisanku sebelumnya. Pertama, aku tidak merasa bahwa "unsur lokal" sama dengan "budaya asli indonesia." Unsur lokal bagi seorang penulis adalah apa yang diketahui dan dijalani oleh penulis tersebut dalam kehidupannya sehari-hari.
  

Selasa, 29 Maret 2011

Loresketching Journey ~ The Mirror of Ten Thousand Miles



 I walked ten thousand miles, ten thousand miles to see you,
And every gasp of breath I grabbed at just to find you,
I climbed up every hills to get, to you,
I wandered ancient lands to hold, just you.

And every single step of the way, of pain,
 Every single night and day,
I searched, for you.
Through sandstorms and hazy dawns, I reached for you.

"The Sore Feet Song" by Ally Kerr


Selasa, 08 Maret 2011

Sape Lo Sape Gue ~ Gugatan Terhadap Lokalitas

Berhubung aku sedang dipercaya melaksanakan beberapa kegiatan besar di kantor, (dan mengedit karyaku sendiri) mulai hari ini mungkin aku akan melakukan update sekitar 2 atau 3 minggu sekali. Aku sedang berencana untuk migrasi update ke hari Jumat juga, tapi untuk sementara ini mungkin jadwalnya tetep Selasa.

Hari ini aku ingin membuat catatan soal topik yang dulu sering kutemui di forum-forum penulisan fiksi fantasi, yaitu soal penggunaan budaya lokal dalam kisah fiksi fantasi. Topik ini biasanya sering berawal dari keluhan, "Kok fiksi fantasi Indonesia dikit banget yah yang mengangkat budaya lokal? Kok kalau bikin naskah fiksi fantasi pasti namanya kebarat-baratan? Kok pedomannya ke Baraaaat terus? Kok budaya lokal nggak pernah dipake?"